Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sajak

Rumah

Rumah bagiku ia adalah rasa memberi kehangatan kepada hati dan juga jiwa bagiku ia adalah tempat memberi peluk kepada lelah dan juga penat ia memberiku ruang untuk jatuh untuk rubuh untuk bangkit untuk tumbuh lebih dari segalanya ia mengijinkanku menjadi diriku yang apa adanya sejujur-jujurnya

Aku takut

Kenapa rasa tertarikku padamu, selalu dibarengi dengan rasa ingin pergiku darimu? Ku pikir aku siap membuka diriku, ternyata aku memang tidak pernah siap untuk siapapun. Aku ingin pergi... menyendiri untuk menyelami rasa ini kembali pada kekosongan kembali pada tepian diriku yang tak pernah tersentuh aku takut mulai menggantungkan diriku padamu aku takut rasa ini menguasaiku aku takut kamu menjadi sangat berarti bagiku aku takut aku akan menyakitimu aku tidak tahan lagi aku ingin menghilang ijinkan aku mengambil jarak hanya sejenak aku mohon aku takut sampai kapan? entahlah setidaknya hingga aku mampu berdamai dengan diriku mengalahkan diriku mengalahkan egoku mengalahkan bagian terburuk dari diriku percayalah rasa takutku mungkin menutupi rasaku padamu tapi rasa itu tetap hanya untukmu setidaknya itu akan tetap ada hingga aku lupa bahwa aku pernah menyimpannya

Pengecut

Tak usai kupandangi rupamu yang mempesona dunia maya seolah-olah memberiku kesempatan untuk menolehmu kapan saja berandai-andai "apakah mungkin, orang sepertiku mampu menyentuh sedikit hatimu?" menerka-nerka "Seperti apa sosok yang kau puja, dan apakah sebagian darinya ada pada diriku?" entahlah mengagumimu hanya itu yang kutahu dan hanya itu yang kubisa pengecut pengecut memang mendiskriminiasi diri, padahal jawabannya belum pasti memilih diam dan menghilang daripada maju dan berjuang memang benar musuh terbesar itu adalah diri sendiri jika ia semakin leluasa dan terbiasa aku khawatir rasa ini tak bisa kujaga kelak ia tumbuh menjadi cinta kelak ia juga tumbuh menjadi duka jika ini hanya tentang tersaikiti maka lebih baik aku tersakiti kini daripada aku tersakiti nanti

Lelah

Ada kala kamu merasa begitu lelah Lelah dengan semuanya Lelah dengan rutinitas, hubungan, karir, dan bahkan dengan diri kamu sendiri merasa stuck dengan suatu kondisi tak berproses dan tak bergerak terkadang hati ingin menangis karena lelah yang tiada henti terus mengikis merasa seperti sendirian tanpa ada satupun yang memperdulikan umur semakin hari semakin matang kehidupan kian hari kian menantang Namun kamu harus percaya apapun yang telah digariskan Tuhan untukmu, akan menjadi milikmu. Yakinlah apapun itu pasti kelak akan datang menghampirimu. ia tak akan lari dan tak akan tertukar. Untuk itu cobalah sekali lagi untuk melangkah, meski lelah setidaknya kamu tidak menyerah -Navo Mudiarcana

Kupandang Jauh

Kupandang jauh keluar jendela kantor terlihat deretan kendaraan yang memenuhi jalan Hari terasa begitu melelahkan  setiap kendaraan pulang membawa pengharapan Dalam hati aku berkata "Senja tak begitu tampak karena tertutup mendung, Ku harap semua orang tidak merasa murung Meski hari ini masih belum beruntung" Suasana yang semakin dalam, membuatku kian merasa tenggelam hingga lupa jika hari sudah semakin malam -Navo Mudiarcana

Hati yang tersakiti

Untuk hati yang terus tersakiti percayalah akan hadir saatnya untuk kamu merasa lega bahwa apa yang kamu cari, akan hadir didepan mata  dengan cara yang luar biasa Meski entah kapan waktunya, namun  percayalah bahwa setiap sakit yang kamu terima, menjadikanmu manusia yang lebih perkasa - Navo Mudiarcana

Yakinkan langkahmu

Adakala malam menjadi terasa begitu tenang Begitu nyaman untukmu melabuhkan lelah kemudian menghilang Kehidupan dewasa tidak menyenangkan seperti yang kamu bayangkan dulu Saat ini segalanya terasa begitu berat Penuh tekanan, penuh kritikan, penuh paksaan, penuh cobaan, begitu pelik Hari yang kamu jalani rasanya berlalu begitu cepat sangat cepat... Yang akhirnya menimbulkan tanya pada dirimu "Apakah memang semua orang merasakan hal ini?" Senin bertemu minggu seolah hanya terjadi dalam satu kedipan mata yang ketika diingat kembali, hanya sedikit hal menyenangkan yang terjadi atau bahkan tidak ada Aku yakin diperjalanamu nanti kamu akan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan serta kegelisahanmu saat ini Percayalah pada apa yang telah kamu pilih Ingatlah kembali mimpi-mimpi yang menuntunmu untuk melewati semua ini motivasi itu perlahan akan menghidupkan gairahmu untuk kembali bergerak melangkah Yakinlah bahwa setiap langkah membawamu pada mi...

Siapa yang peduli?

Katanya hidup baiknya sesuai potensi dan visi Mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan memanfaatkan hal itu untuk mengarungi kehidupan Kamu  mungkin tidak seberuntung mereka Kamu menunda impian agar hidup terus berjalan Studimu mungkin sedikit terlambat Karena banyak sekali hal yang menghambat Membayar biaya kuliah yang sering telat Memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terkadang terasa berat Apakah kamu akan tertinggal? Tidak, kamu tidak akan tertinggal Siapa yang peduli dengan seberapa cepat kita akan sampai tujuan Siapa yang peduli ? Hidup bukanlah perlombaan Terkadang kita hanya harus percaya pada timing kita masing-masing Berhentilah mengkhawatirkan hari esokmu Berhentilah menyesali masa lalumu Jika terlalu larut Kamu akan lupa jika kamu masih punya hari ini untuk diperjuangkan Kamu mungkin memang tidak seberuntung mereka Tapi kamu lahir dengan tulang dan hati yang kuat untuk mengarungi semuanya Percayalah pada dirimu sendiri, Percayal...

Aku Menyesal

Kata-kata seperti sebuah anak panah yang terlepas dari busurnya Sekali terucap ia akan melesat dan tidak akan pernah bisa di tarik kembali Seperti itulah yang terjadi... Aku begitu hilang kendali karena ego dan amarahku padamu Hingga tanpa aku sadari aku melontarkan kalimat yang seharusnya tidak aku ucapkan padamu Ini seharusnya bisa dihindari Aku benar-benar tidak mengerti kenapa ini semua harus terjadi Sekarang yang aku harapkan hanyalah sebuah pengampunan Apabila ada sesuatu yang masih bisa cinta lakukan aku ingin mengetahuinya aku ingin memperbaikinya aku menyesal aku sungguh sangat menyesal

Pada Bintang

Pada setiap malam aku melabuhkan lelah dan tenggelam Berhenti sejenak dan berharap ia akan mengerti Lelahku yang berkecamuk dalam hati Pada bintang Aku berteriak dengan lantang "Jika kau mendengar suaraku balaslah, aku lelah terombang-ambing tanpa arah, Aku berharap kau mau berlabuh tuk sekedar singgah, Mendekapku erat hingga pagi tanpa lelah" - Navo H. Mudiarcana

Pohon Aksara

Source : Pinterest Aku adalah pohon yang meskipun daunnya berguguran di terpa angin, namun aku tak pernah marah pada angin.  Yang berusaha untuk terus tumbuh keatas meskipun angin, hujan dan badai menghantamku berkali-kali namun aku tetap berusaha tumbuh dengan perlahan.  Yang meskipun batang-batangku kau lukai dengan ukiran namamu dan namanya aku tetap memberimu kesejukkan disiang dikala kalian merasa kepanasan.  Aku hanyalah pohon yang berkata tanpa tau siapayang ku ajak bicara dan terus berharap bahwa kehadiranku akan terus memberimu makna

Entahlah...

Akhir pekan telah berakhir. Mereka yang libur akan kembali kepada kenyataan esok. Menyambut senin yang penuh sesak. Menyambut senin yang penuh harap. Entah ini senin yang keberapa di kehidupanku. Berfikir untuk menghitung waktu yang berjalan membuatku merasa takut. Takut untuk membayangkan hari esok yang penuh ketidakpastian. Apakah aku bisa selamat di kehidupan ini? Entahlah... Harapan bisa saja sirna Seperti api yang dipadam hujan Aku tidak berfikir bahwa semua akan baik Sebagai manusia aku hanya bisa melakukan yang terbaik

Titik awal

menatap matamu bagaikan menatap garis di cakrawala. begitu indah hingga kata tak lagi memiliki makna. begitu tenang bagai desir yang menggetarkan air. begitu nyaman bagai hangat yang mendekap dingin. aku tidak tahu perasaan apa yang menusuk di hatiku. kau bagaikan gravitasi yang menarikku dengan begitu kuatnya. aku tidak mengerti cinta. terkadang ia seperti memiliki jiwa. dan terkadang ia seperti memiliki kehendak. aku tidak mengerti tentang keinginan bahkan aksi-aksinya. terkadang tanpa kusadari aku sudah terseret dan ikut terjebak bersamanya. “…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…” (Kahlil Gibran) aku akan terus melangkahkan kaki. mengejar sang waktu yang terus berjalan tanpa henti. meski dimensi kita kini kian berjauhan. kota kita kini menjadi sebuah batasan. namun aku tahu, cinta selalu memiliki kisah. meski terkada...